Posted by: seventeenosix on: Mei 26, 2007
” Selamat siang , betul ini rumah Bapak TEGUH ?” seorang perempuan bersuara kenes menelponku siang itu.
” Betul , dari siapa ini ? Kebetulan orangnya sedang keluar ” jawabku.
” Maaf dengan siapa saya bicara ? ” perempuan kenes itu kembali bertanya sebelum menjawab pertanyaanku.
” Istrinya , maaf ya , ini dari siapa ? “
” Oh maaf ibu Teguh , kami dari PT.Blablabla….ingin menawarkan blablablabla…..karena kami blablablabla…………………..
” Saya istrinya Teguh , bukan Ibu Teguh , nama saya Winda dan kalau tidak keberatan , saya tadi sudah blablablablabla……………..” capek deeeeeeehhhhhhhh……6 tahun lebih selalu berusaha membela harga diri saya . Saya punya nama , saya punya akte kelahiran , yang sah 26 tahun sebelum saya menandatangani akte pernikahan saya .Kenapa semua harus berubah ?
Ternyata sales.
Ibu Teguh , Ibu Samidjan , Ibu Fadli , Ibu Tohari , Ibu…blablablabla………..
Kenapa ? Bukankah perempuan juga mahluk yang punya hak dan kewajiban sama dengan laki – laki ? Kenapa ? hanya karena kami ” dibeli ” dengan mas kawin sejumlah tertentu , hilanglah semua identitas yang melekat dari diri kami yang telah kami miliki sejak kami menghirup nafas pertama didunia ?
Kalau hanya untuk mencicipi surga kami rela tunduk pada laki – laki , dan sederet syarat yang sangat menyiksa hati , kenapa sampai nama saja kami tidak berhak menyandangnya ? Berapa kali kami akan berganti nama pa bila takdir menentukan kami harus menjalani 3 – 4 – 5 kali pernikahan ?Berapa banyak nama yang kami miliki ?
Betapa miskinnya kami perempuan ini . Bahkan nama pun kami tak berhak menyandangnya. Aku pernah membaca tulisan di sebuah blog , bahwa penghuni neraka kebanyakan adalah perempuan ….sayangnya aku lupa alamat blog itu. Aku jadi berandai – andai …barangkali perempuan – perempuan itu adalah perempuan Indonesia .Mereka adalah perempuan yang dipanggil ” Bu Bejo” ” Bu Samiun ” dll . Mereka menanggung dosa laki – laki mereka . Karena di akhirat nanti , diyakini para malaikat akan hanya berbicara bahasa arab , mereka tidak mengerti apa maksud panggilan “Bu Bejo ” adalah nama panggilan dari istri si Bejo . Karena daftar manifest penduduk bumi yang ditangan si malaikat tertulis nama Sundari Binti Soedarman. Tapi ketika si Malaikat bertanya , perempuan itu menyebut namanya IBU BEJO . Padahal dicatatan malaikat , bejo calon penduduk neraka , jadilah perempuan baik hati itu masuk neraka ….hanya karena kehilangan jati dirinya .
Namaku Winda.Dari lahir , sampai nanti aku mati , akan tetap Winda , aku bernashab pada ayahku , bukan suamiku .Maka tak layaklah aku memakai nama suamiku karena tubuhku sudah di”beli” oleh suamiku , setidaknya aku juga masih harus tunduk padanya. Aku hanya ingin menikmati apa yang tersisa….namaku.
Whew, masak begitu saja marah bu?
Juni 21, 2007 pada 11:28 am
*terpana*
*tepuk tangan*
*save @ del.icio.us*
Btw ada nggak ya yang manggil bapak-bapak dengan nama istrinya? Kayak, ‘Pak Winda’, gitu?